ANTARA KAMBING DAN KAYU BAKAR
By : Agung Adiprasetyo, CEO Kompas Gramedia
Johny adalah direktur sebuah perusahaan swasta. Ketika didaulat naik ke atas panggung untuk
menyampaikan pesan tahun baru, beberapa karyawan berteriak : "Kapan naik gaji, Pak?"
Sambil tersenyum johny menjawab : "Mengapa kita harus meminta kenaikan gaji? Bagaimana
kalau kenaikan gaji itu kita ciptakan sendiri?"
Kenaikan gaji memang tidak perlu diminta. KARYAWAN BUKAN PENGEMIS. Karyawan harus punya martabat. Supaya
punya martabat, karyawan harus punya value. Agar punya value, dia harus memberi kontribusi baik.
Ketika kontribusinya cukup baik, otomatis kesejahteraan atau kenaikan gaji pasti akan didapat tanpa perlu
meminta minta.
Bagaimana bila perusahaan tidak memperhatikan nasib karyawan yang mempunyai kontribusi baik? Gampang!
Pergi saja dari perusahaan itu. Untuk karyawan high achiever dan berkontribusi bagus, pasti banyak perusahaan
bersedia meminangnya.
Tapi yang namanya manusia, tidak semua seragam, tidak semua punya semangat sama. Karena itu, karyawan
perusahaan dapat diklasifikasikan dalam 4 kelompok matriks :
1. Sebut saja matriks kanan atas. Karyawan kanan atas adalah KELOMPOK KARYAWAN BERPOTENSI BAGUS DAN TINGGI
KOMITMENNYA TERHADAP KERJA. MEREKA PUNYA INTEGRITAS DAN SIKAP BAIK, sekaligUS RAJIN DAN PANDAI MEMANFAATKAN
KEKUATANNYA. Karyawan semacam ini yang paling dicari perusahaan. Dia tak banyak diberi perintah, tidak
perlu dibimbing, tidak harus diawasi ketat. Ibarat KAMBING, Karyawan semacam ini akan mencari rumput sendiri
ketika dilepas di kebun. Bagi karyawan tipe ini, BEKERJA BUKANLAH BEBAN, tapi ia menikmati SEBAGAI PENGEMBANGAN
DIRI. Karyawan macam ini termasuk karyawan high achiever, mereka pasti mudah mencari kebun lain
2. Berlawanan dengan jenis karyawan di atas, ada jenis karyawan dengan ekstrim lain. Karyawan dalam kelompok
kiri bawah ini TIDAK MEMILIKI KOMITMEN terhadap kerja dan perusahaan. Dia tak punya potensi, sekaligus malas.
Dia iri jika ada karyawan lain lebih maju karena berupaya lebih keras dan bekerja lebih cerdas. Sebagai kompensasi
kekurangannya, karyawan kelompok ini biasanya sedikit bekerja banyak bicara. Karyawan semacam ini sebaiknya dimasukkan
ke TUNGKU untuk dijadikan KAYU BAKAR. Jenis kayu bakar adalah jenis karyawan "numpang hidup". Perusahaan akan menyesali mengapa
menerima karyawan jenis ini. Dan bila karyawan ini mengajukan surat pengunduran diri, maka PERUSAHAAN AKAN SEGERA MELEPAS DENGAN SENANG HATI.
3. Di antara kedua jenis kelompok karyawan di atas, ada karyawan yang sebenarnya bagus, berpotensi dan seharusnya bisa berprestasi. Tapi sayangnya,
KARYAWAN KELOMPOK INI MALAS. Mungkin karena sangat perhitungan dengan tenaga dan pikiran yang dikeluarkan. Karyawan jenis ini tidak butuh pelatihan,
dia hanya butuh disadarkan dan dibimbing untuk masuk kelompok kanan atas.
4. Sebaliknya, ada juga kelompok karyawan yang rajin, mau melakukan semuanya, mau kerja keras. Sayangnya, mereka ini KURANG PANDAI. Potensinya pas-pasan.
PIMPINAN HARUS SABAR membimbing. Kalau orang lain cukup dilatih satu atau dua kali, karyawan jenis ini mungkin butuh pelatihan sampai sepuluh kali.
Menjadi karyawan baik atau buruk adalah pilihan. Setiap karyawan mempunyai kebebasan untuk menentukan dirinya akan dihargai perusahaan atau tidak. Ukuran Sederhana,
coba kita ukur sendiri apa reaksi perusahaan ketika kita mengajukan surat pengunduran diri. KELOMPOK KAMBING PASTI AKAN DITAHAN, SEMENTARA KAYU BAKAR AKAN SEGERA DIBUANG.
By : Agung Adiprasetyo, CEO Kompas Gramedia
Johny adalah direktur sebuah perusahaan swasta. Ketika didaulat naik ke atas panggung untuk
menyampaikan pesan tahun baru, beberapa karyawan berteriak : "Kapan naik gaji, Pak?"
Sambil tersenyum johny menjawab : "Mengapa kita harus meminta kenaikan gaji? Bagaimana
kalau kenaikan gaji itu kita ciptakan sendiri?"
Kenaikan gaji memang tidak perlu diminta. KARYAWAN BUKAN PENGEMIS. Karyawan harus punya martabat. Supaya
punya martabat, karyawan harus punya value. Agar punya value, dia harus memberi kontribusi baik.
Ketika kontribusinya cukup baik, otomatis kesejahteraan atau kenaikan gaji pasti akan didapat tanpa perlu
meminta minta.
Bagaimana bila perusahaan tidak memperhatikan nasib karyawan yang mempunyai kontribusi baik? Gampang!
Pergi saja dari perusahaan itu. Untuk karyawan high achiever dan berkontribusi bagus, pasti banyak perusahaan
bersedia meminangnya.
Tapi yang namanya manusia, tidak semua seragam, tidak semua punya semangat sama. Karena itu, karyawan
perusahaan dapat diklasifikasikan dalam 4 kelompok matriks :
1. Sebut saja matriks kanan atas. Karyawan kanan atas adalah KELOMPOK KARYAWAN BERPOTENSI BAGUS DAN TINGGI
KOMITMENNYA TERHADAP KERJA. MEREKA PUNYA INTEGRITAS DAN SIKAP BAIK, sekaligUS RAJIN DAN PANDAI MEMANFAATKAN
KEKUATANNYA. Karyawan semacam ini yang paling dicari perusahaan. Dia tak banyak diberi perintah, tidak
perlu dibimbing, tidak harus diawasi ketat. Ibarat KAMBING, Karyawan semacam ini akan mencari rumput sendiri
ketika dilepas di kebun. Bagi karyawan tipe ini, BEKERJA BUKANLAH BEBAN, tapi ia menikmati SEBAGAI PENGEMBANGAN
DIRI. Karyawan macam ini termasuk karyawan high achiever, mereka pasti mudah mencari kebun lain
2. Berlawanan dengan jenis karyawan di atas, ada jenis karyawan dengan ekstrim lain. Karyawan dalam kelompok
kiri bawah ini TIDAK MEMILIKI KOMITMEN terhadap kerja dan perusahaan. Dia tak punya potensi, sekaligus malas.
Dia iri jika ada karyawan lain lebih maju karena berupaya lebih keras dan bekerja lebih cerdas. Sebagai kompensasi
kekurangannya, karyawan kelompok ini biasanya sedikit bekerja banyak bicara. Karyawan semacam ini sebaiknya dimasukkan
ke TUNGKU untuk dijadikan KAYU BAKAR. Jenis kayu bakar adalah jenis karyawan "numpang hidup". Perusahaan akan menyesali mengapa
menerima karyawan jenis ini. Dan bila karyawan ini mengajukan surat pengunduran diri, maka PERUSAHAAN AKAN SEGERA MELEPAS DENGAN SENANG HATI.
3. Di antara kedua jenis kelompok karyawan di atas, ada karyawan yang sebenarnya bagus, berpotensi dan seharusnya bisa berprestasi. Tapi sayangnya,
KARYAWAN KELOMPOK INI MALAS. Mungkin karena sangat perhitungan dengan tenaga dan pikiran yang dikeluarkan. Karyawan jenis ini tidak butuh pelatihan,
dia hanya butuh disadarkan dan dibimbing untuk masuk kelompok kanan atas.
4. Sebaliknya, ada juga kelompok karyawan yang rajin, mau melakukan semuanya, mau kerja keras. Sayangnya, mereka ini KURANG PANDAI. Potensinya pas-pasan.
PIMPINAN HARUS SABAR membimbing. Kalau orang lain cukup dilatih satu atau dua kali, karyawan jenis ini mungkin butuh pelatihan sampai sepuluh kali.
Menjadi karyawan baik atau buruk adalah pilihan. Setiap karyawan mempunyai kebebasan untuk menentukan dirinya akan dihargai perusahaan atau tidak. Ukuran Sederhana,
coba kita ukur sendiri apa reaksi perusahaan ketika kita mengajukan surat pengunduran diri. KELOMPOK KAMBING PASTI AKAN DITAHAN, SEMENTARA KAYU BAKAR AKAN SEGERA DIBUANG.
